Keuntungan dan Kerugian Menjadi Reseller atau Dropshipper

  • 3 min read
  • Dec 23, 2019
Keuntungan dan Kerugian Menjadi Reseller atau Dropshipper

Bagi teman-teman yang suka berbelanja online tentu tidak asing lagi dengan istilah reseller maupun dropshipper. Sebagian dari Anda mungkin kedua istilah ini tidak ada bedanya alias sama, hanya penamaannya saja yang berbeda.

Kedua istilah ini memang seringkali kita temukan ketika berbelanja secara online. Meskipun banyak yang mengira bahwa keduanya sama, namun nyatanya kedua istilah ini memiliki beberapa perbedaan. Baik reseller maupun dropshipper memiliki tugas atau fungsi yang tidak sama. Meskipun begitu, keduanya sama-sama memberikan keuntungan.

Reseller online atau dropshipper lebih dikhususkan bagi seseorang yang berniat ingin memulai sebuah bisnis online. Modal yang diperlukan tidak besar sehingga menjadi alasan mengapa banyak orang yang ingin menjadi reseller maupun dropshipper. Produk yang dijual mereka biasanya hal-hal yang berkaitan dengan obat, fashion, makanan, dan lain sebagianya. Selain itu, syarat untuk menjadi salah satu dari keduanya tidak sulit sehingga tidak akan menyita waktu dan tenaga teman-teman.

Lalu sebenarnya apa yang menjadi perbedaan antara reseller maupun dropshipper? Untuk mengetahui jawaban tersebut, maka terlebih dahulu Anda mesti paham tentang definisi dari kedua istilah ini. Reseller merupakan seseorang yang menjual kembali produk yang mereka dapatkan dari supplier yang kemudian dijual kepada konsumen.

  • Perbedaan Reseller dan Dropshipper

Perlu teman-teman tahu bahwa reseller dropship tidak termasuk bagian dari supplier. Jika Anda berminat menjadi seorang reseller, maka Anda harus rela mengeluarkan dana untuk membeli produk tersebut kepada supplier. Anda juga harus menyetok barang tersebut sebelum mulai menjualnya ke konsumen.

Lalu bagaimana dengan dropshipper? Dropshipper merupakan seseorang yang mendapatkan produk dari supplier namun ia tidak menyetok barang tersebut terlebih dahulu. Apa yang dilakukan oleh dropshipper adalah dengan memperkenalkan produk yang akan dijual melalui sebuah gambar.

Ketika ada seorang konsumen yang ingin membeli produk tersebut, maka dropshipper akan meneruskan pesannya kepada supplier untuk kemudian langsung dikirimkan oleh supplier dengan atas nama dropshipper.

Setelah teman-teman paham tentang definisi dari kedua istilah ini yang menjadi perbedaan dari keduanya, maka kami akan menjelaskan kepada anda tentang apa saja yang menjadi kelebihan dan kerugian kalau teman-teman menjadi reseller atau dropshipper.

  • Kelebihan dan Kekurangan Menjadi Reseller atau Dropshipper

Beberapa kelebihan bagi Anda yang memutuskan menjadi seorang reseller maupun dropshipper antara lain:

Cocok bagi teman-teman yang masih baru di dalam usaha atau bisnis online sehingga Anda tidak harus memproduksi barang Anda sendiri.

Meskipun Anda memiliki modal sedikit, namun Anda masih bisa menjalankan bisnis ini. Hal ini yang membuat semua orang berpotensi untuk terjun menjadi seorang dropshipper atau reseller.

Pasaran belanja online yang ada di Indonesia cukup besar. Kesempatan ini bisa Anda manfaatkan sebaik mungkin untuk menjadi seorang yang sukses di bisnis online. Untuk itu langkah pertama Anda bisa dimulai dengan menjadi seorang reseller atau juga dropshipper.

Resiko yang akan Anda dapatkan ketika menjadi seorang reseller atau dropshipper juga tidak terlalu besar sehingga nanti bisa Anda jadikan sebagai sebuah tes pasar untuk mengetahui kemampuan di dalam berbisnis online sebelum Anda benar-benar langsung terjun dan memproduksi barang Anda sendiri.

  • Kelemahan Menjadi Seorang Reseller Atau Dropshipper

Teman-teman juga perlu memperhatikan apa saja kekurangan yang dimiliki oleh orang yang menjalankan salah satu peran dalam bisnis online tersebut.

Dikarenakan barang yang diproduksi tersebut bukan milik sendiri, maka kemungkinan Anda akan mengalami kehabisan barang dari supplier Anda sehingga mengakibatkan Anda tidak bisa berjualan untuk sementara waktu sampai stok barang benar-benar ada.

Terkadang, ketika barang yang Anda jual tersebut memiliki peminat yang tinggi, tetap saja Anda tidak bisa menjualnya ketika supplier tidak memberikan Anda barang. Jadi Anda harus menunggu sampai supplier mengirimkan barang kepada Anda.

Memiliki keuntungan yang tidak terlalu besar. Alasannya karena harga yang ditetapkan oleh supplier terkadang selisihnya tidak terlalu banyak dibandingkan dengan harga yang Anda buat untuk dijual ke konsumen.

Ketika teman-teman menjual barang dengan harga yang jauh lebih tinggi melebihi selisih yang diberikan oleh supplier, maka barang Anda tersebut biasanya minim pembeli.

Ketika ada suatu produk yang laris di pasaran, maka membuat banyak orang yang menginginkan sistem dropship maupun resell karena harus mengikuti permintaan pasar. Akibatnya, market menjadi keruh yang kemudian berdampak pada produk yang sulit digali.

Anda akan memiliki banyak pesaing, baik ketika menjadi reseller maupun dropshipper. Jadi, yang harus Anda lakukan adalah dengan menyiapkan berbagai inovasi dan kreatifitas di dalam mempromosikan barang-barang Anda.